Precillia Leonita

Kopi Gaul Untuk Hidup Lebih Gaul

Aku salah satu orang yang addicted dengan kopi. Rasanya nggak lengkap kalau memulai hari dengan kopi. Lucunya, aku baru menyadari pandangan orang-orang di sekitarku, khususnya lingkungan kantor, kopi itu identik dengan bapak-bapak, om-om, pokoknnya kaum adam. Kenapa, ya? Ternyata, nggak lengkap minum kopi sambil ngerokok. Begitu kata seorang rekan kerja yang kutanyai. Pantas saja, ketika aku di kantor membuat kopi instant dan membawanya ke meja kerja, beberapa mata langsung memandangku. Aneh saja. Jarang perempuan, masih muda, kecanduan kopi. Tapi mau bagaimana lagi? Seperti kamu yang mencintai tanpa alasan. Seperti kamu yang mencintai karena terbiasa. Masa mau diubah karena pandangan orang? Lalu ada satu kejadian yang bikin aku ‘puasa’ kopi satu minggu. Hari itu, tanpa sengaja gelas kopiku yang terbuat dari kaca-dan kebetulan terisi penuh kopi panas-tersenggol dan jatuh pecah karena aku terlalu terburu-buru memindahkan dokumen di atas meja. Dan sialnya atasanku sedang berdiri di dekat meja kerjaku. Rasanya seperti tertangkap basah habis maling. Aku benar-benar mati gaya dilihatin satu ruangan, dengan pecahan-pecahan kaca, meja basah, dan dokumen yang sibuk aku selamatkan. Mulai esok harinya, aku nggak berani bikin kopi lagi. Aku masih terbayang dengan insiden gelas kopiku yang pecah dan seramnya tatapan atasanku yang memandangku tanpa berkata-kata tapi benar-benar menghakimi. Baru seminggu, rasanya nggak ‘menyelipkan’ kopi di antara hari-hariku itu seperti ada yang kurang. Aku jadi nggak mood diajak bercanda. Bahkan aku digodai sama orang-orang kantor, kata mereka, “Precill nggak ceria lagi karena kurang kafein.” Akhirnya setelah pulang kantor, aku mampir ke minimarket. Mau beli cemilan. Waktu mau ke kasir, lewat kulkas, eh lihat ada minuman kok kemasannya eye catching gitu. Good Day Originale. Langsung aku ambil deh tiga botol. Setelah keluar dari minimarket, langsung buka satu botol, gluk gluk gluk di depan mini market. Persis iklan TV. Ekspresiku mungkin bahagia banget sampai dilihatin mas-mas tukang yang lagi kerja di samping mini market yang ngelihatin aku serius... banget. Atau mungkin dia kepengen juga dengan Kopi Good Day Originale Cappuccino yang kupegang? Pernah tahu rasanya baru mulai naksir seseorang lagi? Lucu-lucu gimana gitu ya? Hahaha.... Ketemu kopi gaul ini, rasanya menyenangkan banget. Sesederhana itu. Dan di waktu berikutnya, aku bisa minum kopi rasa Cappuccino lagi tanpa takut tragedi gelas pecah yang menghebohkan itu terulang lagi karena kemasan Good Day yang praktis dan aman tumpah. Buatku, ini rasa klasik yang selalu asik. Seperti menemukan pendamping yang benar-benar pas untuk mengisi hari-hariku. Rasa kopi yang menyegarkan benar-benar mempengaruhi mood sehingga aku bisa kerja dengan ceria lagi. Hidup itu perlu banyak rasa. Dan karena gaul perlu banyak rasa. Aku merasa gaul, lho.